Kebakaran Apartemen Hong Kong Tewaskan 128 Orang, Ratusan Masih Hilang dan Delapan Tersangka Baru Ditangkap

2 days ago 18

Hong Kong (pilar.id) – Jumlah korban tewas akibat kebakaran besar di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, terus bertambah hingga mencapai 128 orang. Pejabat setempat juga memperkirakan sekitar 200 orang masih hilang, menjadikan insiden ini sebagai salah satu kebakaran paling mematikan di kota tersebut dalam beberapa dekade terakhir.

Kebakaran yang terjadi pada Rabu menghanguskan sejumlah blok hunian dalam kompleks rumah susun tersebut. Banyak penghuni terperangkap di dalam gedung saat api dengan cepat merambat, sementara pihak berwenang menyebut jumlah korban kemungkinan terus bertambah seiring berlanjutnya pencarian.

Alarm Kebakaran Tidak Berfungsi

Direktur Fire Services Hong Kong, Andy Yeung, mengungkap temuan awal setelah inspeksi pascakebakaran menunjukkan seluruh sistem alarm di delapan blok gedung tidak berfungsi. Ketidakjelasan mengenai kondisi sistem tersebut pada hari kejadian menimbulkan pertanyaan besar, terlebih sejumlah warga menyatakan alarm di gedung mereka tidak berbunyi.

Yeung menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah penegakan hukum atas temuan tersebut. Hingga Jumat, delapan orang ditangkap sebagai bagian dari penyelidikan yang dipimpin lembaga antikorupsi Hong Kong. Mereka terdiri dari dua direktur perusahaan konsultan pemeliharaan, dua manajer proyek, tiga subkontraktor perancah, serta seorang perantara.

Sebelumnya, tiga pekerja konstruksi telah ditahan atas dugaan kelalaian berat terkait renovasi yang tengah berlangsung di kompleks tersebut.

Api Diduga Menyebar Akibat Bahan Mudah Terbakar

Sekretaris Keamanan Hong Kong, Chris Tang, menjelaskan bahwa kebakaran awal diperkirakan bermula dari lantai bawah Wang Cheong House, salah satu blok dalam kompleks yang dihuni lebih dari 4.000 orang, banyak di antaranya warga lanjut usia. Seluruh delapan menara dalam kompleks saat itu sedang dalam tahap renovasi dan dibungkus perancah bambu serta jaring pelindung berwarna hijau.

Pemeriksaan polisi mengidentifikasi keberadaan papan polistirena yang mudah terbakar di dekat jendela, diduga terkait aktivitas konstruksi. Bahan tersebut dinilai mempercepat penyebaran api dari satu lantai ke lantai lain dan kemudian ke gedung lain, terutama setelah jaring pelindung dan perancah ikut terbakar dan runtuh.

Tang menyebut jaringan pelindung tersebut telah memenuhi standar keselamatan, meski pada praktiknya terbukti memicu penyebaran api. Kondisi panas ekstrem di dalam gedung mencapai lebih dari 500 derajat Celsius, membuat upaya penyelamatan semakin sulit.

Inspeksi Sebelumnya dan Pemicu Kekhawatiran Publik

Sekretaris Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Hong Kong, Chris Sun, mengungkap bahwa Departemen Tenaga Kerja telah melakukan 16 kali inspeksi terkait pekerjaan renovasi sejak tahun lalu, termasuk pemeriksaan kurang dari seminggu sebelum kebakaran.

Inspeksi terakhir dilakukan menyusul laporan adanya pekerja yang merokok di area proyek, yang kemudian direspons dengan peringatan tertulis terkait penguatan langkah pencegahan kebakaran.

Namun, kebakaran besar ini justru memicu pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan dan standar keselamatan yang diterapkan dalam proyek renovasi skala besar di kota padat penduduk tersebut.

Korban Mengungsi dan Pemerintah Beri Bantuan

Ratusan warga yang selamat terpaksa menghabiskan malam ketiga di tempat penampungan sementara, sementara keluarga korban masih menunggu kabar mengenai anggota keluarga yang hilang. Pemerintah Hong Kong mengumumkan pemberian bantuan bagi keluarga korban meninggal sebesar HK$200.000 (sekitar USD 25.700) dan tunjangan hidup HK$50.000 untuk rumah tangga terdampak.

Departemen Tenaga Kerja juga bekerja sama dengan konsulat Indonesia dan Filipina untuk membantu para pekerja rumah tangga migran yang tinggal di gedung tersebut. Korban meninggal yang merupakan warga asing akan diidentifikasi dan jenazahnya dipulangkan, sementara pekerja migran yang selamat akan mendapatkan pengaturan khusus untuk tempat tinggal sementara.

Penyelidikan mengenai penyebab pasti kebakaran dan alasan api dapat menyebar sangat cepat diperkirakan membutuhkan waktu tiga hingga empat minggu. Autoritas Hong Kong menghadapi tekanan publik untuk memberikan jawaban dan memastikan kejadian serupa tidak terulang. (usm)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |