Keluarga korban minta pelaku pengeroyokan di Jakbar dihukum berat

11 hours ago 11

Jakarta (ANTARA) - Keluarga korban yang tewas dalam pengeroyokan di sebuah tempat biliar kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, meminta pelaku pengeroyokan dihukum berat.

Keluarga korban telah melaporkan kasus ini ke Polsek Grogol Petamburan, dan saat ini kasusnya ditangani Polsek Tanjung Duren.

"Kasusnya lagi ditangani sama Polsek Tanjung Duren. Minta doanya aja supaya pelaku cepat ketemu, cepat semuanya dihukum seberat-beratnya,” kata kakak korban, Mita, ditemui di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Senin.

Mita mengatakan wajah pelaku terekam jelas dalam CCTV yang beredar di media sosial sewaktu menganiaya korban pada Minggu (10/5).

Selain dikeroyok, korban diduga didorong hingga jatuh dari lantai dua hingga membuatnya mengalami luka serius berujung meninggal dunia.

Mita mengatakan, pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polsek Grogol Petamburan sejak korban masih dalam kondisi koma di RS Tarakan.

Lebih lanjut, keluarga korban juga mendesak pengelola tempat biliar untuk memberikan penjelasan terkait insiden yang berakibat fatal itu. Keluarga berharap pengelola tempat biliar menunjukkan itikad baik dengan untuk berbelasungkawa atau memberikan penjelasan terkait kejadian nahas itu.

Menurut Mita, sejauh ini belum ada pihak pengelola yang datang menemui keluarga ataupun menjelaskan kronologi kejadian versi mereka.

Meski demikian, ia mendapat informasi bahwa pihak kepolisian sudah mendatangi lokasi tempat kejadian perkara.

Sebelumnya, seorang pria berinisial DM (29) tewas usai diduga dikeroyok sejumlah orang di salah satu tempat biliar kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Minggu (10/5) dini hari.

Korban disebut sempat dilarikan ke rumah sakit, namun tidak terselamatkan. ​​​​​​Korban dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (14/5) akibat pendarahan di otak dan luka parah di dada.

Saat kejadian, korban diketahui sedang bermain billiar dengan pacarnya. Kemudian, pacar korban terlibat cekcok dengan wanita lain, hingga korban berusaha memisahkan.

Namun, saat berusaha memisahkan, korban malah dikeroyok sejumlah pria di lokasi itu.

Tidak hanya dikeroyok, berdasarkan sejumlah keterangan DM juga sempat didorong dari lantai dua lalu kembali dikeroyok.

Akibat kejadian tersebut, korban langsung terkapar tidak berdaya dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan karena luka yang dialami.

Korban sempat mendapatkan perawatan intensif dalam kondisi koma, namun akhirnya meninggal dunia pada Kamis (14/5) di RS Tarakan.

Baca juga: Polisi usut pengeroyokan dalam bentrok di apartemen Cengkareng

Baca juga: Polisi tangkap tiga pelaku pengeroyokan di Diskotek Bandara

Baca juga: Jakbar sayangkan pengeroyokan suporter Persija

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |