Laba Bersih Hutama Karya Naik 11,6 Persen pada 2025, Struktur Keuangan Makin Solid

7 hours ago 9

Jakarta (pilar.id) – PT Hutama Karya (Persero) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 11,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (23/6).

Rapat dihadiri jajaran Direksi dan Dewan Komisaris Hutama Karya, perwakilan Kementerian BUMN, Danantara Indonesia sebagai bagian dari ekosistem pemegang saham, serta sejumlah pejabat perusahaan dan anak usaha. Dalam forum tersebut, para pemegang saham menyetujui laporan pertanggungjawaban Direksi serta laporan pengawasan Dewan Komisaris atas pengelolaan perusahaan selama tahun 2025.

Pertumbuhan laba perusahaan terjadi di tengah perubahan strategi bisnis yang ditandai dengan pergeseran sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dari fase konstruksi menuju fase operasional. Transformasi tersebut berdampak pada struktur pendapatan perusahaan sekaligus mendorong fokus yang lebih besar terhadap efisiensi dan peningkatan kualitas laba.

Berdasarkan laporan kinerja yang dipaparkan dalam RUPST, laba usaha Hutama Karya meningkat 10,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, laba sebelum pajak tumbuh 13,1 persen dan marjin laba bersih meningkat menjadi 12,3 persen dari sebelumnya 9,1 persen. Bahkan, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat melonjak hingga 20,5 persen.

Selain pertumbuhan profitabilitas, Hutama Karya juga menunjukkan perbaikan signifikan pada aspek kesehatan keuangan perusahaan. Total liabilitas berhasil ditekan hingga 17,4 persen, sedangkan beban keuangan turun 24,5 persen. Di sisi lain, ekuitas perusahaan terus mengalami penguatan yang mencerminkan semakin kokohnya struktur permodalan.

Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menjelaskan bahwa tahun 2025 menjadi periode penting dalam perjalanan perusahaan karena sejumlah ruas JTTS mulai memasuki fase operasi setelah sebelumnya berada dalam tahap pembangunan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat perusahaan memprioritaskan efisiensi operasional dan peningkatan kualitas laba dibanding sekadar mengejar pertumbuhan pendapatan.

Koentjoro menilai strategi tersebut berhasil menghasilkan pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Penguatan struktur modal yang terjadi sepanjang tahun lalu juga memberikan ruang yang lebih besar bagi perusahaan untuk mendukung pembiayaan proyek-proyek strategis nasional dalam jangka panjang.

Sebagai BUMN yang mendapat penugasan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, Hutama Karya terus memainkan peran penting dalam memperkuat konektivitas nasional. Hingga saat ini, perusahaan telah membangun jaringan JTTS sepanjang sekitar 1.235 kilometer dan mengelola 14 ruas tol strategis yang menghubungkan berbagai pusat ekonomi di Pulau Sumatera dan sebagian wilayah Jawa.

Keberadaan JTTS tidak hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Infrastruktur tersebut dinilai mampu menekan biaya logistik, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, pengembangan rest area yang melibatkan pelaku usaha lokal turut membuka peluang bagi UMKM untuk berkembang.

Sektor pariwisata juga ikut memperoleh manfaat dari pembangunan jalan tol tersebut. Aksesibilitas yang semakin baik membuat mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan cepat, sejalan dengan semangat konektivitas yang diusung melalui kampanye “Sumatra Sudah Dekat”.

Melalui RUPST Tahun Buku 2025, Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk melanjutkan penyelesaian ruas-ruas JTTS yang masih dalam tahap pembangunan, memperkuat efisiensi operasional, serta menjaga disiplin keuangan perusahaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan nilai berkelanjutan bagi negara melalui pembangunan infrastruktur strategis, kontribusi terhadap penerimaan negara, serta optimalisasi pengelolaan aset.

Kinerja positif yang dicapai sepanjang 2025 menunjukkan bahwa transformasi bisnis yang dijalankan Hutama Karya mulai memberikan hasil nyata. Dengan kondisi keuangan yang semakin sehat dan portofolio infrastruktur yang terus berkembang, perusahaan optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan nasional pada tahun-tahun mendatang. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |