London (pilar.id) – Mantan bek legendaris Chelsea, Marcel Desailly, memberikan penilaian kritis terhadap performa Cole Palmer yang mengalami penurunan sepanjang musim terakhir. Meski mengakui kualitas teknis yang dimiliki gelandang serang tim nasional Inggris tersebut, Desailly menilai masih ada aspek penting yang harus ditingkatkan Palmer jika ingin mencapai level tertinggi dalam kariernya.
Palmer sebelumnya menjadi salah satu pemain paling menonjol di Chelsea sejak didatangkan dari Manchester City. Namun performanya pada musim 2025/2026 dinilai tidak seimpresif musim debutnya di Stamford Bridge. Bahkan, penurunan performa tersebut disebut sudah terlihat sejak akhir musim sebelumnya dan berlanjut dalam periode yang cukup panjang.
Menurut Desailly, persoalan yang dialami Palmer tidak hanya berkaitan dengan performa individu, tetapi juga dipengaruhi oleh peran taktis yang diberikan kepadanya dalam sistem permainan Chelsea. Legenda asal Prancis itu menilai sang pemain belum ditempatkan pada posisi yang paling ideal untuk memaksimalkan kreativitas dan pengaruhnya di lini serang.
Dalam pandangannya, Palmer lebih efektif ketika bermain sebagai gelandang serang sentral atau di belakang penyerang utama. Posisi tersebut memungkinkan pemain berusia 24 tahun itu menjadi pusat permainan dan memiliki tanggung jawab lebih besar dalam membangun serangan tim.
Desailly menilai penggunaan Palmer di area sayap kanan membuat kontribusinya tidak semaksimal yang diharapkan. Selain faktor taktik, ia juga menyoroti aspek mentalitas yang menurutnya masih perlu dikembangkan oleh pemain muda tersebut.
Mantan kapten tim nasional Prancis itu menyebut bahwa pemain-pemain elite dunia umumnya memiliki karakter kompetitif yang sangat kuat, dorongan besar untuk memenangkan trofi, serta ambisi menjadi yang terbaik di posisinya. Menurut Desailly, kualitas teknis Palmer tidak diragukan, namun mentalitas seperti itu masih perlu dibuktikan secara konsisten di level tertinggi.
Kritik tersebut muncul di tengah meningkatnya ekspektasi terhadap Palmer sebagai salah satu pilar utama proyek jangka panjang Chelsea. Setelah tampil gemilang pada musim pertamanya bersama The Blues, banyak pihak berharap ia mampu menjadi wajah baru klub dan memimpin kebangkitan tim di kompetisi domestik maupun Eropa.
Meski demikian, usia Palmer yang masih relatif muda membuat peluangnya untuk berkembang tetap terbuka lebar. Dengan dukungan staf pelatih dan pengalaman bermain di level tertinggi, ia masih memiliki waktu untuk memperbaiki konsistensi performa sekaligus meningkatkan kualitas kepemimpinannya di lapangan.
Sementara itu, Chelsea juga tengah menghadapi sejumlah dinamika lain menjelang musim baru. Salah satunya terkait masa depan talenta muda asal Ekuador, Kendry Paez, yang kembali menjadi sorotan setelah masa peminjamannya dilaporkan belum berjalan sesuai harapan.
Di sisi lain, pelatih Chelsea Enzo Maresca juga terus dikaitkan dengan sejumlah target transfer baru. Beberapa rumor bahkan menyebut adanya ketertarikan terhadap mantan pemain Chelsea sebagai bagian dari upaya memperkuat skuad menghadapi persaingan musim depan.
Bagi Palmer, komentar dari sosok sekaliber Marcel Desailly bisa menjadi masukan berharga. Di tengah tekanan dan ekspektasi besar yang menyertai statusnya sebagai salah satu pemain kunci Chelsea, responsnya di atas lapangan pada musim mendatang akan menjadi jawaban paling nyata atas berbagai kritik yang kini mengemuka. (mad/hdl)

1 day ago
7

















































