Pemkot Surabaya Benahi Taman Kota, Penerangan Area Bermain hingga Toilet Jadi Perhatian

1 day ago 26

Surabaya (pilar.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus membenahi fasilitas ruang terbuka publik di sejumlah taman kota. Perbaikan mencakup penerangan, area bermain anak, kebersihan toilet, tanaman, tempat sampah hingga fasilitas pendukung lain yang dibutuhkan pengunjung.

Pembenahan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil evaluasi lapangan dan masukan masyarakat. Pemkot Surabaya ingin memastikan taman tidak hanya menjadi ruang hijau, tetapi juga nyaman digunakan untuk bermain, berolahraga, berkumpul dan melakukan berbagai aktivitas sosial.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya terus memantau perkembangan penambahan dan perbaikan fasilitas di sejumlah taman. Beberapa fasilitas yang dinilai masih membutuhkan pembenahan menjadi bagian dari evaluasi tersebut.

Menurut Eri, peningkatan kualitas taman penting agar ruang publik dapat digunakan oleh berbagai kelompok masyarakat. Orang tua diharapkan dapat membawa anak bermain dengan lebih nyaman, sementara kalangan muda memiliki ruang untuk berkumpul dan beraktivitas.

Selain pembenahan infrastruktur, Eri meminta masyarakat ikut menjaga kebersihan dan fasilitas yang telah disediakan pemerintah. Menurutnya, keberlangsungan ruang terbuka publik membutuhkan kolaborasi antara Pemkot Surabaya dan warga.

Pengecekan langsung terhadap sejumlah taman juga dilakukan Kepala DLH Kota Surabaya M Fikser. Beberapa lokasi yang menjadi perhatian antara lain Taman Prestasi, Taman Apsari dan Taman Bungkul.

Fikser mengatakan pekerjaan di sejumlah taman tersebut secara umum telah rampung, termasuk pekerjaan yang sebelumnya berkaitan dengan pembangunan jogging track. Namun, sejumlah fasilitas yang baru ditanam atau dipasang masih membutuhkan waktu untuk mencapai kondisi optimal.

Di Taman Prestasi, salah satu masukan masyarakat berkaitan dengan kebutuhan penerangan di area permainan anak. Warga menilai pencahayaan tambahan diperlukan agar orang tua dapat memantau aktivitas anak dengan lebih mudah, terutama ketika area tersebut digunakan hingga sore atau malam hari.

Masukan tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi DLH untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung taman.

Fasilitas permainan anak juga masih diperiksa secara berkala. Fikser menyebut terdapat beberapa bagian yang masih dalam proses penyelesaian, termasuk penyesuaian desain lantai di sekitar area permainan.

Sementara di Taman Apsari, kondisi kebersihan menjadi salah satu aspek yang dipantau. Berdasarkan komunikasi dengan pengunjung, taman tersebut juga dimanfaatkan untuk beragam kegiatan masyarakat, mulai dari aktivitas sosial hingga olahraga.

Kebutuhan fasilitas pendukung di Taman Apsari turut menjadi perhatian. Pengunjung menyampaikan perlunya toilet serta tambahan tempat duduk. Fikser memastikan Pemkot Surabaya akan membangun toilet bagi pengunjung sekaligus mempertimbangkan penambahan kursi untuk menunjang aktivitas warga.

“Untuk Taman Apsari, warga juga menanyakan toilet. Kami akan bangun toilet di sana, sekaligus ada masukan untuk menambah beberapa kursi duduk,” ujar Fikser.

Pengecekan berbeda dilakukan di Taman Bungkul. Di taman yang menjadi salah satu ruang publik ikonik Kota Surabaya tersebut, perhatian diarahkan pada fasilitas kamar mandi.

Fikser mengatakan kebersihan kamar mandi menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian dalam evaluasi. Pembenahan dilakukan untuk memastikan fasilitas sanitasi dapat digunakan masyarakat dengan nyaman.

Selain fasilitas umum, Pemkot Surabaya juga menindaklanjuti laporan warga mengenai aspek keselamatan di taman. Salah satunya terjadi di Taman Ekspresi, setelah masyarakat melaporkan keberadaan kabel fiber optik yang menjuntai hingga ke area yang digunakan untuk aktivitas warga.

Menurut Fikser, laporan tersebut masuk melalui hotline Wali Kota Surabaya. Posisi kabel yang menjuntai dinilai berpotensi membahayakan pengunjung karena berada di sekitar area aktivitas dan permainan.

Tindak lanjut terhadap laporan warga tersebut menjadi bagian dari evaluasi fasilitas taman, khususnya untuk memastikan ruang publik tidak hanya nyaman tetapi juga aman digunakan.

Secara keseluruhan, Pemkot Surabaya terus mengevaluasi kondisi taman melalui pengecekan lapangan dan komunikasi dengan masyarakat. Pola tersebut memungkinkan pemerintah mengetahui kebutuhan fasilitas berdasarkan penggunaan langsung oleh warga.

Fikser mengatakan berbagai taman dan ruang terbuka telah disiapkan pemerintah untuk memberikan tempat bermain, berolahraga dan berinteraksi bagi masyarakat. Karena itu, ia mengajak warga menjaga fasilitas yang sudah tersedia.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak merokok di area taman, terutama karena ruang publik tersebut banyak dimanfaatkan anak-anak.

Pembenahan taman kota menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya meningkatkan kualitas ruang terbuka publik. Dengan fasilitas yang lebih lengkap, pencahayaan yang memadai, sanitasi yang terjaga, area bermain yang aman dan lingkungan yang bersih, taman diharapkan dapat semakin optimal sebagai ruang interaksi masyarakat.

Pemkot Surabaya menilai keberhasilan pengelolaan taman tidak hanya ditentukan oleh pembangunan dan pemeliharaan fasilitas. Partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan, keamanan dan sarana publik menjadi faktor penting agar ruang terbuka tersebut dapat dinikmati secara berkelanjutan oleh seluruh warga. (usm/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |