Jakarta (ANTARA) - Polisi Lalu Lintas (Polantas) meringkus seorang begal bersenjata tajam di area exit Tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar).
Kanit Lantas Polsek Cengkareng AKP Yeni mengatakan insiden pembegalan itu terjadi pada Rabu (22/4) sekira pukul 09.30 WIB.
"Jadi, kejadiannya pukul 09.30 WIB, di exit tol, dekat Pasar Lokbin Rawa Buaya. Pelakunya ada dua, satu yang ditangkap, satu lagi kabur," kata Yeni saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Awalnya, kata dia, kedua pelaku berboncengan menuju lokasi kejadian, yang menjadi tempat korban tengah memperbaiki roda truknya.
"Jadi, mereka modusnya ngedekatin korban, terus pura-pura tanya alamat, padahal mau ngebegal," ujar Yeni.
Salah satu pelaku tiba-tiba merampas ponsel korban, mengeluarkan senjata tajam lalu mengayunkannya ke arah korban.
"Korban terluka di pahanya. Mereka (pelaku) pakai celurit," ungkap Yeni.
Baca juga: Polisi selidiki kasus begal berujung pemukulan di Pasar Minggu
Kegaduhan sempat terjadi di lokasi pembegalan karena kejadian itu disaksikan oleh warga sekitar. Kedua pelaku kalang kabut, dan salah satunya kabur dengan sepeda motornya, sementara pelaku lainnya berusaha kabur dengan berlari.
Namun meskipun ponsel korban sudah dirampas pelaku, warga sekitar bereaksi dengan cepat.
Setelah sempat mengancam warga dengan menggunakan celurit, pelaku dapat dibekuk, ditelanjangi, dan dikeroyok massa.
Yeni mengatakan laporan kejadian itu kemudian diterima oleh pihaknya. Sejumlah anggota Lantas pun diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan pelaku.
"Kalau pengakuannya, dia melakukan itu untuk memberi makan anak-istri. Sekarang, sudah diamankan di Polsek Cengkareng," pungkas Yeni.
Sampai dengan saat ini, kasus tersebut masih ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Cengkareng untuk penyelidikan lebih lanjut.
Baca juga: Lima pelaku begal terhadap petugas damkar positif gunakan narkoba
Baca juga: Polisi tangkap begal dan penadah di Penjaringan Jakut
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































