Jakarta (ANTARA) - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur mendalami dugaan tindak pidana penelantaran anak terkait kasus balita yang kerap ditinggal sendirian di rumah di Rawa Bunga, Jatinegara.
"Ini masih dalam pendalaman kami. Tentunya saya sudah edukasi bahwa tidak menyekolahkan saja, anak tidak disekolahkan saja, itu sudah masuk perlakuan salah atau penelantaran," kata Kepala Unit PPA Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur Kompol Sri Yatmini di Jakarta Timur, Rabu.
Sri menyebutkan, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan pemenuhan unsur pidana dalam kasus tersebut.
Sri menjelaskan, dalam kasus ini, anak berusia sekitar tujuh tahun diduga turut mengasuh dua adiknya yang masih balita. Kondisi tersebut dapat dikategorikan sebagai eksploitasi oleh orang tua.
"Anak balita yang tujuh tahun ini mengasuh kedua adiknya saja, itu orang tuanya sudah melakukan eksploitasi," katanya.
Baca juga: Polisi awasi balita yang jatuh dari balkon di Jaktim
Karena itu, perlu dipahami bersama bahwa tindakan orang tua yang sudah dewasa ini berdampak pada psikis anak sehingga kemungkinan mengakibatkan dia mengambil jalan pintas. Itu nanti akan kami dalami, dan ada pidananya.
Selain itu, Sri mengungkapkan, berdasarkan keterangan sementara, ibu dari ketiga anak tersebut diketahui bekerja di wilayah Makassar, Jakarta Timur.
Kebiasaan meninggalkan anak-anaknya itu diduga seringkali terjadi. "Bukan karena mengejar sesuatu, tapi memang ibunya bekerja. Dan itu sering, memang sering," katanya.
Menurut Sri, para tetangga di kawasan tersebut bahkan sudah mengetahui kebiasaan sang ibu yang kerap meninggalkan anak-anaknya dalam kondisi kurang terurus.
"Tetangga itu peduli, sangat peduli. Makanya tetangga itu sudah hafal dengan kejadian itu. Memang cukup kurus-kurus anaknya, tidak terurus. Sampai saya gendong, luar biasa. Anak segitu mandi, makan saja mungkin belum bisa," ujar Sri.
Baca juga: Balita yang jatuh dari balkon alami luka di dagu
Sri menambahkan, warga sekitar kerap memberikan bantuan makanan kepada anak-anak tersebut lantaran merasa iba.
"Jadi tetangganya itu yang peduli suka melemparkan makanan. Di sana aksesnya hanya lorong untuk jalan kaki, tidak bisa motor. Mereka bergandengan dengan tetangga, suka minta makanan dari sana-sini," katanya.
Dalam penanganan kasus ini, Unit PPA Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) juga memastikan akan memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak tersebut.
Penyelidikan dilakukan tidak hanya pada aspek hukum, namun juga perlindungan terhadap pemulihan kondisi anak. "Semua masih kami dalami," katanya.
Seorang balita berusia tiga tahun berinisial AC mengalami luka jahit bagian dagu usai terjatuh dari balkon lantai dua rumah kontrakan di kawasan Rawabunga, Jatinegara, Jakarta Timur.
Baca juga: Balita Rawa Bunga jatuh dari lantai dua saat ibu jemput kakak
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































