Polisi telusuri kendaraan lawan arah di Tol Kunciran–Cengkareng

2 days ago 16

Jakarta (ANTARA) - Polisi masih menelusuri jejak kendaraan roda empat yang terlihat melawan arah di ruas Tol Kunciran-Cengkareng (JKC) pada Sabtu (3/1).

"Sudah ditelusuri oleh tim patroli, untuk kendaraan Toyota Avanza berwarna silver tidak terlacak dan tidak teridentifikasi," kata Kasat Lantas Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), AKP Sularno dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Sularno menjelaskan peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.55 WIB tersebut terjadi di Gerbang Tol Benda Utama KM 3 Tangerang, pada Sabtu (3/1).

"Sebelum masuk ke area transaksi gardu 7 Gerbang Tol Benda Utama, kendaraan berhenti lalu memutar balik dan melaju melawan arah ke arah Soetta," katanya.

Ia menambahkan kendaraan tersebut juga sempat dicegah agar tidak melawan arah oleh satpam gerbang tol, namun kendaraan tetap melaju.

"Satpam gerbang tol atas nama Hidayatulloh, sempat berlari dan teriak untuk mencegah agar kendaraan tersebut tidak putar arah tapi kendaraan tetap melaju dan tidak teridentifikasi," kata Sularno.

Atas kejadian tersebut, Sularno menyebutkan pihaknya telah mengecek tempat kejadian perkara (TKP), berkoordinasi dengan pihak pengelola jalan tol dan juga mengecek CCTV jalan tol.

Sebelumnya, kejadian tersebut sempat direkam dan diunggah di media sosial Instagram oleh akun @lbj_jakarta. Dalam video tersebut memperlihatkan sebuah kendaraan roda empat melawan arus di jalan tol.

"Mobil tersebut menggunakan bahu jalan dan hampir menabrak kendaraan lain," tulis akun tersebut.

Baca juga: Akibat lawan arah, sebuah mobil dirusak massa di Kebon Jeruk

Baca juga: Pengendara mobil melaporkan kasus pengeroyokan ke Polda Metro Jaya

Baca juga: Resmikan 2 tol JORR, Presiden Jokowi: Kini ada akses baru ke Soetta

Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |