Jakarta (pilar.id) – Eight Legged Freaks menjadi salah satu film horor-komedi awal 2000-an yang masih banyak dibicarakan berkat konsep unik mengenai serangan laba-laba raksasa. Film yang disutradarai Ellory Elkayem ini dirilis pada 2002 dan dibintangi oleh David Arquette, Kari Wuhrer, Doug E. Doug, Scott Terra, hingga Scarlett Johansson yang kala itu masih berperan sebagai aktris muda.
Sejumlah negara menayangkan film ini dengan judul alternatif Arach Attack, meski perubahan judul kemudian dilakukan untuk menghindari sensitivitas geopolitik pada masa itu.
Kisahnya berawal dari kecelakaan truk yang menyebabkan limbah beracun mencemari sebuah kolam di dekat kota tambang Prosperity, Arizona. Serangga yang terpapar limbah tersebut dikumpulkan oleh peternak laba-laba eksotis, Joshua Taft. Paparan toksin pada makanan hewan itu memicu pertumbuhan abnormal pada berbagai jenis laba-laba yang kemudian melarikan diri dan berkembang biak di area tambang.
Situasi kota berubah drastis ketika hewan peliharaan dan ternak mulai hilang tanpa jejak, diikuti kemunculan laba-laba berukuran raksasa yang menyerbu berbagai sudut kota. Kelompok warga yang terhubung dengan area tambang—termasuk tokoh Chris McCormick, sang pewaris tambang, serta keluarga Parker—menjadi pihak yang paling awal menghadapi ancaman tersebut.
Ketegangan meningkat ketika temuan sarang laba-laba raksasa di bawah tanah mengungkap skala ancaman yang jauh lebih besar dari dugaan awal.
Elemen aksi dan komedi menjadi ciri khas film ini, diperkuat dengan tokoh-tokoh eksentrik seperti Harlan Griffith, seorang penggemar teori luar angkasa yang menyiarkan perkembangan situasi melalui radio pribadinya. Kisah para remaja kota, dinamika keluarga, hingga konflik terkait kepemilikan tambang turut memberi warna pada alur cerita yang bergerak cepat.
Proses penyelamatan warga kemudian bermuara pada upaya melarikan diri melalui jaringan tambang yang telah dipenuhi sarang dan konsentrasi gas metana. Pertarungan melawan induk laba-laba raksasa menjadi puncak ketegangan film, diakhiri dengan ledakan besar yang menyelamatkan kota namun menghancurkan pusat perbelanjaannya.
Film ini merupakan pengembangan dari karya pendek Elkayem, Larger Than Life, yang juga menampilkan monster laba-laba. Produksi film turut melibatkan penggunaan visual effect dari CFX untuk menciptakan model laba-laba berukuran raksasa. Film ini juga didedikasikan sebagai penghormatan kepada almarhum Lewis Arquette—ayah David Arquette—serta dua orang tua produser Dean Devlin.
Setelah rilis, “Eight Legged Freaks” mendapat sambutan beragam. Situs agregator ulasan menunjukkan nilai menengah, sementara pengamat film seperti Roger Ebert menilai film ini sebagai tontonan ringan yang mampu memadukan humor, ketegangan, dan efek monster dengan cukup efektif. Penonton umum memberikan respons yang relatif positif, menempatkan film ini sebagai hiburan yang tidak terlalu serius namun menyenangkan.
Dua dekade setelah penayangannya, film ini tetap dikenal sebagai salah satu judul ikonik dalam subgenre horor-komedi bertema monster raksasa, terutama bagi penonton yang menikmati sentuhan nostalgia film B tahun 1950-an. (ret/hdl)

3 days ago
16

















































