Sinopsis Elysium (2013): Film Fiksi Ilmiah Distopia yang Soroti Ketimpangan Sosial dan Teknologi Masa Depan

7 hours ago 7

Jakarta (pilar.id) – Film Elysium yang dirilis pada 2013 kembali mendapat sorotan berkat tema sosialnya yang relevan hingga kini. Karya kedua sutradara Neill Blomkamp tersebut menghadirkan gambaran distopia pada tahun 2154 tentang ketimpangan ekstrem antara penduduk Bumi yang hidup dalam kemiskinan dan kelompok elit yang tinggal di stasiun luar angkasa mewah bernama Elysium.

Film yang dibintangi Matt Damon dan Jodie Foster itu memperlihatkan kontras kelas sosial melalui teknologi kesehatan canggih bernama Med-Bays, perangkat medis yang mampu menyembuhkan penyakit apa pun.

Blomkamp, yang juga penulis naskah dan produser, menyebut karya ini sebagai refleksi persoalan kemanusiaan masa kini, bukan sekadar gambaran masa depan.

Alur Cerita

Latar cerita berfokus pada Max Da Costa, seorang mantan narapidana yang bekerja di perusahaan Armadyne Corp. Setelah terpapar radiasi mematikan, ia mendapatkan waktu hidup hanya lima hari. Dalam kondisi terdesak, ia mencari bantuan Spider, seorang peretas yang menjalankan operasi penyelundupan manusia ke Elysium.

Dari sinilah konflik utama dimulai. Max berupaya mencuri data dari bosnya, John Carlyle, yang menyimpan program penting di dalam otak. Program tersebut ternyata dapat me-reboot sistem utama Elysium dan mengubah status penduduk Bumi menjadi warga sah. Data ini kemudian menjadi incaran kelompok keamanan rahasia yang dipimpin agen Kruger, bawahan dari Menteri Pertahanan Jessica Delacourt.

Ketegangan meningkat ketika Max bertarung untuk menyelamatkan Frey—teman masa kecilnya—serta putrinya yang sakit parah. Pertarungan klimaks melawan Kruger memaksa Max mengorbankan diri demi mengaktifkan program yang akhirnya membuka akses medis Elysium bagi seluruh penduduk Bumi.

Deretan Pemeran

Matt Damon tampil sebagai Max Da Costa, sementara Jodie Foster berperan sebagai Jessica Delacourt. Sharlto Copley memerankan agen Kruger, Alice Braga sebagai Frey Santiago, serta Wagner Moura sebagai Spider. Nama lain yang turut memperkuat film ini antara lain Diego Luna, William Fichtner, dan Faran Tahir.

Proses Produksi

Elysium merupakan kerja sama TriStar Pictures dan Media Rights Capital, dengan Blomkamp menggandeng sejumlah kru lama dari “District 9”, termasuk editor Julian Clarke dan penata produksi Philip Ivey. Syuting dimulai pada Juli 2011, mengambil lokasi di Iztapalapa, Meksiko, serta Vancouver dan kawasan Interlomas untuk menggambarkan perbedaan kelas sosial.

Matt Damon menjalani latihan fisik intensif dan mencukur kepala untuk mendalami karakter Max. Desain futuristik film ini mendapat pengaruh dari karya-karya Syd Mead, sementara pembuatan kostum eksoskeleton dikerjakan Weta Workshop. Departemen efek visual ditangani Image Engine bersama beberapa studio lain, sedangkan musik dikomposisi oleh Ryan Amon dan direkam di Abbey Road Studios.

Rilis dan Respons Publik

Sony Pictures awalnya merencanakan perilisan pada 2012 sebelum memundurkan jadwal ke 9 Agustus 2013, termasuk versi khusus untuk teater IMAX. Film ini kemudian hadir di DVD, Blu-ray, dan Ultra HD Blu-ray.

Dari sisi komersial, “Elysium” meraih pendapatan global lebih dari 286 juta dolar AS, dengan keuntungan bersih sekitar 18 juta dolar AS. Pada pekan pembukaan, film ini memimpin box office dengan 29,8 juta dolar AS.

Ulasan kritikus memberikan respons beragam. Rotten Tomatoes mencatat tingkat persetujuan 64 persen, sedangkan Metacritic memberikan skor 61. Meski dinilai tidak sekuat “District 9”, film ini tetap dianggap mampu menawarkan pengalaman aksi dan sains yang memadai.

Sengketa Hukum

Pada 2013, penulis Steve Wilson Briggs menggugat tim produksi atas dugaan pelanggaran hak cipta karena mengklaim naskahnya serupa dengan konsep film tersebut. Namun pengadilan federal Amerika Serikat pada 2014 menyatakan pihak studio tidak bersalah. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |