Jakarta (pilar.id) – PT Elnusa Tbk (ELSA) meraih penghargaan Silver Best CID Leadership – Cluster 2 dalam ajang Community Involvement & Development Upstream Award atau CID Upstream Award 2026. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas pendekatan Elnusa dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat yang tidak lagi sekadar berbasis bantuan atau charity, melainkan diarahkan pada penciptaan nilai bersama atau shared value yang terukur dan berkelanjutan.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian CID Upstream Award 2026 yang diselenggarakan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina pada Jumat (14/8/2026). Bagi Elnusa, capaian ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan keberlanjutan bisnis melalui program Community Involvement & Development atau CID.
Corporate Secretary PT Elnusa Tbk, Rustam Aji, mengatakan pendekatan CID yang diterapkan perusahaan dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, dampak sosial tidak dapat dihasilkan hanya oleh satu fungsi atau satu pemimpin, melainkan membutuhkan kemampuan untuk menyatukan kekuatan internal dan eksternal menuju tujuan bersama.
Elnusa, lanjut Rustam, menempatkan CID sebagai katalis perubahan dengan masyarakat tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku perubahan dan mitra dalam menciptakan nilai bersama. Melalui pendekatan tersebut, program CID diarahkan untuk menghasilkan manfaat sosial sekaligus memperkuat hubungan dengan pemangku kepentingan, mengendalikan risiko, dan mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan.
Untuk mencapai dampak yang terukur, Elnusa menerapkan pendekatan collective action berbasis siklus PDCA atau Plan, Do, Check, Action. Model ini mengintegrasikan kolaborasi lintas fungsi di lingkungan perusahaan dengan berbagai pemangku kepentingan eksternal.
Melalui proses social mapping, perusahaan memetakan kebutuhan masyarakat dan menyelaraskannya dengan risiko maupun peluang bisnis. Pendekatan tersebut juga menjadi cara untuk menerjemahkan kebijakan PHE, prinsip Environmental, Social and Governance atau ESG, Sustainable Development Goals atau SDGs, serta berbagai kerangka keberlanjutan ke dalam program yang dapat memberikan dampak langsung.
Seluruh proses, mulai dari perancangan program, pelaksanaan, evaluasi, hingga kemungkinan replikasi model, diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Pada saat yang sama, model tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan, memitigasi risiko sosial, menjaga reputasi, dan mendukung keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
Penerapan pendekatan tersebut telah dilakukan melalui sejumlah program pemberdayaan di berbagai daerah. Salah satunya adalah pengembangan UMKM berbasis potensi lokal di Bojonegoro. Program tersebut mencatatkan peningkatan omzet sebesar Rp61,3 juta sepanjang 2025, disertai penguatan melalui sertifikasi produk dan perluasan akses pasar.
Elnusa juga mengembangkan program ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah plastik. Sepanjang 2025, program tersebut berhasil mengelola sebanyak 3.171 kilogram sampah plastik. Dalam periode Juni 2025 hingga Juni 2026, kelompok masyarakat yang terlibat dalam program tersebut mencatatkan pendapatan hingga Rp64 juta.
Di Indramayu, Elnusa menjalankan program Desa Energi Berdikari yang diarahkan untuk memperkuat akses dan kapasitas energi masyarakat. Program tersebut mencatatkan peningkatan kapasitas energi sebesar 3 kWh dan memberikan manfaat kepada sekitar 1.200 penerima manfaat sepanjang 2025.
Secara keseluruhan, sebanyak 27 program CID Elnusa yang dijalankan sepanjang 2025 telah memberikan manfaat kepada 57.403 jiwa. Program-program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, lingkungan, energi, hingga penguatan kapasitas masyarakat.
Dalam bidang lingkungan, Elnusa melakukan penanaman 7.500 pohon pada area penghijauan seluas 6,75 hektare. Perusahaan juga mencatatkan pengalihan sebanyak 196.905 botol plastik dari potensi pembuangan akhir.
Berbagai inisiatif lingkungan tersebut turut berkontribusi terhadap penghindaran emisi karbon sebesar 16,15 ton CO2e. Dampak program tidak hanya diukur melalui angka penerima manfaat, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat, akses dan kualitas lingkungan, serta penguatan kelembagaan di tingkat lokal.
Bagi perusahaan, pelaksanaan CID memberikan nilai tambah melalui tumbuhnya kepercayaan sosial, penguatan hubungan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan, pengendalian risiko sosial, serta penguatan penerapan prinsip ESG dan reputasi perusahaan.
Ke depan, Elnusa berencana membawa pendekatan tersebut dari model dampak lokal menuju pengembangan CID Elnusa Group. Langkah tersebut akan dilakukan melalui standardisasi program-program yang terbukti memberikan hasil, kemudian direplikasi di berbagai wilayah operasi dengan tetap mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masyarakat setempat.
Perusahaan juga akan memperkuat sistem pengukuran dampak melalui pengembangan impact measurement dan dashboard kinerja CID. Selain itu, kolaborasi strategis dengan berbagai pihak akan terus diperluas agar pelaksanaan program memiliki dampak yang semakin besar.
Integrasi CID dengan manajemen risiko, aktivitas operasi, dan pelaporan keberlanjutan juga akan diperkuat. Strategi tersebut menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian yang semakin terhubung dengan arah bisnis dan keberlanjutan perusahaan.
Raihan Silver Best CID Leadership – Cluster 2 dalam CID Upstream Award 2026 menjadi salah satu indikator pengakuan terhadap transformasi pendekatan Elnusa dalam menjalankan program sosial. Dari paradigma bantuan jangka pendek, perusahaan mengarahkan CID menjadi instrumen penciptaan nilai bersama yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan perusahaan.
Dengan model tersebut, Elnusa menargetkan program Community Involvement & Development tidak berhenti sebagai kegiatan sosial perusahaan, melainkan berkembang menjadi strategi jangka panjang untuk membangun masyarakat yang lebih mandiri, memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan, mengelola risiko, dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pihak yang terlibat. (ren)

3 hours ago
5







































