Hafizah Jatim Fehima Najaha Raih Terbaik Lima MTQ Internasional Raja Abdul Aziz ke-46 di Arab Saudi

3 hours ago 3

Jakarta (pilar.id) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan hafizah asal Jawa Timur, Fehima Najaha Asy-Syarifah. Santriwati Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir, Kabupaten Jombang, tersebut berhasil meraih peringkat terbaik lima pada cabang Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) 15 Juz Putri dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional Raja Abdul Aziz ke-46 yang digelar di Masjidil Haram, Arab Saudi.

Setelah menyelesaikan rangkaian kompetisi yang berlangsung pada 6–20 Agustus 2026, Fehima tiba kembali di Indonesia dan disambut langsung Ketua Pelaksana Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jawa Timur, KH Abdul Hamid Abdullah.

KH Abdul Hamid menjemput langsung kedatangan Fehima di Terminal Internasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta, Kamis (20/8/2026) malam. Dalam penyambutan tersebut, ia didampingi Kepala Kantor LPTQ Jawa Timur Muhammad Isa serta kedua orang tua Fehima.

Keberhasilan Fehima menembus jajaran lima besar menjadi catatan penting bagi Indonesia dan Jawa Timur dalam salah satu kompetisi Al-Qur’an internasional bergengsi tersebut. Pada kategori MHQ 15 Juz Putri, delegasi Myanmar meraih posisi terbaik pertama, disusul Palestina di peringkat kedua, Bangladesh ketiga, Oman keempat, dan Indonesia melalui Fehima Najaha Asy-Syarifah di posisi terbaik kelima.

KH Abdul Hamid Abdullah mengatakan capaian tersebut merupakan kebanggaan bagi Jawa Timur sekaligus Indonesia. Menurutnya, Fehima harus bersaing dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai negara, sehingga keberhasilannya masuk jajaran lima besar menjadi hasil dari proses pembinaan dan persiapan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Ia menilai prestasi Fehima menjadi bukti bahwa pembinaan hafiz dan hafizah di Jawa Timur terus berkembang. Keberhasilan tersebut juga menunjukkan kemampuan generasi Qur’ani dari pesantren dan lembaga pendidikan Al-Qur’an di Jawa Timur untuk bersaing tidak hanya pada tingkat nasional, tetapi juga di panggung internasional.

Fehima dipercaya memperkuat delegasi Indonesia setelah sebelumnya memiliki rekam jejak prestasi yang kuat di tingkat nasional. Pada Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis Nasional atau STQH Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara, ia berhasil meraih Juara I Hafalan Al-Qur’an 20 Juz Putri saat mewakili Kafilah Jawa Timur.

Prestasi tersebut menjadi salah satu dasar kepercayaan kepada Fehima untuk membawa nama Indonesia dalam MTQ Internasional Raja Abdul Aziz ke-46 dan berkompetisi bersama para hafiz serta hafizah dari berbagai negara.

Dalam ajang tersebut, Indonesia mengirimkan empat delegasi pada sejumlah kategori. Selain Fehima pada kategori 15 Juz Putri, Indonesia juga mengirim Alifah Khanza Dewi dari Kalimantan Timur pada kategori 30 Juz Putri, Muhammad Hasbi Assidiq dari Kepulauan Riau pada kategori 30 Juz Putra, serta Muhammad Habibul Haq Al Hanif dari Riau pada kategori 15 Juz Putra.

Dari empat wakil Indonesia, tiga peserta berhasil menembus jajaran terbaik. Muhammad Hasbi Assidiq meraih terbaik lima pada kategori 30 Juz Putra, sedangkan Muhammad Habibul Haq Al Hanif berhasil meraih terbaik enam pada kategori 15 Juz Putra. Alifah Khanza Dewi yang tampil pada kategori 30 Juz Putri belum berhasil masuk dalam jajaran peringkat terbaik.

Pada kategori 30 Juz Putra, posisi pertama diraih delegasi Libya. Tunisia menempati posisi kedua, Bangladesh ketiga, Britania Raya keempat, sementara Muhammad Hasbi Assidiq menempatkan Indonesia pada posisi terbaik kelima.

KH Abdul Hamid menegaskan, capaian Fehima memiliki makna lebih luas daripada sekadar prestasi individu. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi gambaran kualitas pembinaan tahfiz Al-Qur’an di Jawa Timur yang terus dilakukan secara konsisten melalui berbagai lembaga pendidikan, pesantren, dan sistem pembinaan LPTQ.

Lingkungan pesantren juga dinilai memiliki peran besar dalam membentuk generasi Qur’ani yang memiliki ketekunan, kedisiplinan, serta kemampuan untuk menghadapi kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi. Dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang hafiz maupun hafizah hingga mampu membawa nama daerah dan negara di ajang internasional.

Sebagai santriwati asal Jombang, kiprah Fehima di Masjidil Haram turut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Jawa Timur. Prestasinya diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk semakin mencintai, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

LPTQ Jawa Timur berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi hafiz dan hafizah lainnya untuk terus meningkatkan kualitas hafalan dan pemahaman Al-Qur’an. Pembinaan yang berkelanjutan juga diharapkan mampu melahirkan lebih banyak generasi Qur’ani yang siap berkompetisi dan membawa nama Indonesia di tingkat internasional.

Keberhasilan Fehima Najaha Asy-Syarifah memperpanjang catatan prestasi Jawa Timur dalam bidang tilawah dan tahfiz Al-Qur’an. Dengan raihan terbaik lima pada MTQ Internasional Raja Abdul Aziz ke-46, hafizah muda asal Jombang itu menunjukkan bahwa ketekunan dalam menghafal Al-Qur’an, pembinaan yang konsisten, serta dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan dapat mengantarkan generasi muda Indonesia tampil dan berprestasi di panggung dunia. (hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |