Ringkasan Singkat
- Como tampil percaya diri usai kemenangan impresif di Serie A
- Fiorentina datang dengan skema baru dan materi pemain berkualitas
- Pemenang laga akan menghadapi Napoli di perempat final
- Rekor pertemuan Coppa Italia relatif seimbang
Jakarta (pilar.id) – Hanya berselang tiga hari setelah kemenangan meyakinkan atas Torino di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como kembali dihadapkan pada tantangan besar. Tim berjuluk BiancoBlu itu akan bertandang ke markas Fiorentina dalam laga babak 16 besar Coppa Italia, Rabu (28/1/2026) dini hari WIB.
Momentum positif tengah menyertai Como. Penampilan mereka di Serie A dinilai sebagai yang terbaik sejauh musim ini, dan kini ambisi untuk melangkah lebih jauh di kompetisi piala nasional menjadi target realistis. Tiket perempat final, yang sudah menanti Napoli sebagai calon lawan, menjadi taruhannya.
Di sisi lain, Fiorentina tetap menjadi lawan yang patut diwaspadai. Meski baru menelan kekalahan dari Cagliari di liga, tim asal Firenze tersebut sebelumnya mencatatkan empat hasil positif beruntun. Dengan tambahan pemain baru di bursa transfer musim dingin serta peningkatan organisasi pertahanan, La Viola tetap berstatus sebagai salah satu kontestan berbahaya.
Kekuatan Fiorentina di Bawah Skema Baru
Di bawah arahan pelatih Paolo Vanoli, Fiorentina mulai konsisten menggunakan formasi 4-3-3 dalam beberapa laga terakhir Serie A. Pendekatan ini memberi keseimbangan lebih baik, terutama di lini belakang yang kini diperkuat Dodo, Comuzzo, Marin Pongracic, dan Robin Gosens.
Sektor tengah menjadi salah satu kekuatan utama Fiorentina. Trio Rolando Mandragora, Nicolò Fagioli, dan Cher Ndour menawarkan kombinasi teknik, visi bermain, dan fisik. Fagioli disebut sebagai salah satu gelandang paling konsisten musim ini, sementara Mandragora tampil produktif dengan kontribusi gol signifikan dari lini kedua. Ndour berperan menjaga stabilitas permainan.
Kedalaman skuad juga menjadi nilai tambah, dengan sejumlah opsi seperti Brescianini, Fabbian, Nicolussi-Caviglia, hingga Fazzini yang siap dimainkan sesuai kebutuhan taktik.
Lini Depan Dinamis dan Variatif
Di sektor serang, Fiorentina mengandalkan kecepatan dan kreativitas sayap. Kehadiran Jack Harrison dan Manor Solomon memberi dimensi baru dalam membongkar pertahanan lawan. Keduanya dikenal piawai dalam duel satu lawan satu dan eksploitasi ruang.
Albert Gudmundsson kerap dimainkan dalam peran hibrida, memulai dari sisi sayap sebelum masuk ke area tengah. Absennya Moise Kean membuka peluang bagi Gudmundsson atau Roberto Piccoli untuk mengisi posisi penyerang tengah. Meski masih dalam proses adaptasi, komposisi ini membuat Fiorentina sulit diprediksi.
Rekam Jejak Pertemuan di Coppa Italia
Como dan Fiorentina sudah delapan kali bertemu di ajang Coppa Italia. Catatan tersebut mencatat lima kemenangan untuk tim tuan rumah, satu hasil imbang, dan dua kemenangan bagi Como.
Kemenangan tandang terakhir Como atas Fiorentina di Coppa Italia terjadi pada musim 2001/2002. Saat itu, BiancoBlu menang 2-0 di Artemio Franchi melalui gol Oliveira dan Taldo, setelah sebelumnya juga unggul dengan skor sama di leg pertama.
Detail Pertandingan
- Pertandingan: Fiorentina vs Como
- Kompetisi: Babak 16 Besar Coppa Italia
- Tanggal: Rabu, 28 Januari 2026
- Waktu: 03.00 WIB
- Stadion: Stadio Artemio Franchi
- Wasit: Ayroldi
- Asisten Wasit: Vecchi – Trinchieri
Laga ini menjadi ujian konsistensi bagi Como sekaligus panggung pembuktian ambisi mereka di Coppa Italia. Sementara Fiorentina akan berupaya memanfaatkan kualitas individu dan pengalaman untuk mengamankan tiket ke perempat final. Dengan kepentingan besar di kedua sisi, pertandingan diprediksi berlangsung ketat dan menarik perhatian publik sepak bola Italia. (mad/hdl)

2 days ago
12

















































