Jakarta (ANTARA) - Seorang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim) bernama Endri (52), menjadi korban penusukan usai menegur pengunjung di area kantor kelurahan itu.
"Iya saya ditusuk setelah saya menegur pelaku yang mau ke Kantor Kelurahan Bidara Cina," kata Endri di Jakarta, Jumat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (14/5) sekitar pukul 05.00 WIB. Korban diketahui baru saja menyapu sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Otista Raya, sebelum kembali ke kantor kelurahan untuk melakukan absensi dan beristirahat sejenak bersama rekan kerjanya yang sedang piket.
Menurut dia, insiden bermula ketika seorang remaja memasuki area kantor kelurahan tanpa melepas alas kaki. Dia pun menegur secara baik-baik demi menjaga kebersihan area yang baru saja dibersihkan.
"Saya ngobrol dengan teman yang sedang piket. Ada anak masuk ke kantor kelurahan, saya tegur, 'Tolong sendalnya dicopot'. Di aula kan baru dipel, kasihan orang yang kerja jadi kotor lagi," jelas Endri.
Namun, teguran tersebut justru memicu emosi pelaku. Pelaku langsung melontarkan kata-kata kasar dan tidak terima atas teguran yang disampaikan. Lalu, situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi pemukulan.
Baca juga: Petugas PPSU tewas usai tertabrak mobil di Pejaten Barat
"Saya sudah minta maaf, tapi dia tetap memukul saya. Satu kali, dua kali sampai saya jatuh di depan ATM DKI yang ada di kelurahan. Setelah itu dia menusuk saya. Saya hanya diam. Darah keluar banyak," ungkap Endri.
Akibat kejadian itu, Endri mengalami sejumlah luka serius, di antaranya luka pada bagian paha kanan, pelipis, serta bibir yang mengalami pembengkakan. Kondisinya sempat mengkhawatirkan hingga membutuhkan penanganan medis lanjutan.
Usai ditusuk, Endri segera menyelamatkan diri dengan masuk ke ruangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di kantor kelurahan untuk menghindari pelaku. Dalam kondisi terluka, dia juga sempat menghubungi keluarganya untuk meminta bantuan.
Dia mengungkapkan bahwa luka yang dideritanya cukup dalam. Bahkan, pihak medis yang sempat memeriksa menyebut kondisinya berpotensi fatal apabila terlambat mendapatkan pertolongan.
"Saya dibawa naik mobil dinas kelurahan ke Kecamatan Jatinegara. Di sana hanya diberi perban, mereka tidak berani menangani. Lalu saya dirujuk ke RSCM," ucapnya.
Meski mengalami peristiwa mengenaskan, Endri mengaku telah memaafkan pelaku yang disebut masih memiliki hubungan baik dengan keluarganya.
Setelah kejadian, pelaku juga sempat mendatangi korban untuk meminta maaf secara langsung.
"Ya kemarin saya maafin. Namanya orang minta maaf ya saya maafin. Tapi kalau proses hukumnya, nanti saja lah," kata Endri.
Sementara itu, Kapolsek Jatinegara Kompol Samsono membenarkan adanya peristiwa penusukan tersebut. Dia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan resmi dari korban dan saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan.
Baca juga: Petugas PPSU di Jaktim kena SP 1 usai unggah foto AI soal parkir liar
Baca juga: Petugas PPSU di Kemayoran jadi korban penjambretan
"Masih melakukan penyelidikan, sudah buat laporan polisi (LP), korban sudah pulang ke rumah," kata Samsono saat dihubungi terpisah.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif serta identitas pelaku secara lengkap guna proses hukum lebih lanjut. Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar karena terjadi di lingkungan kantor pelayanan publik yang seharusnya aman dan tertib.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































