Pramono Anung Tegaskan Keluarga dan Komunitas Jadi Fondasi Kerukunan serta Ketahanan Bangsa

9 hours ago 8

Jakarta (pilar.id) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan keluarga dan komunitas memiliki peran strategis dalam memperkuat kerukunan, kepedulian sosial, serta ketahanan bangsa. Menurutnya, kekuatan Indonesia berawal dari keluarga yang mampu membangun karakter, kepedulian, toleransi, dan semangat hidup bersama.

Pesan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri Seminar Kebangsaan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Menteng 2026 bertema “Keluarga Kuat, Bangsa Kuat” di HKBP Menteng, Jalan Jambu Nomor 46, Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026).

Pramono mengatakan Indonesia yang kuat membutuhkan fondasi sosial yang kokoh. Fondasi tersebut, menurutnya, tidak hanya dibangun melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui keluarga yang kuat, masyarakat yang peduli, serta kolaborasi seluruh elemen bangsa.

Ia menilai seminar kebangsaan seperti yang digelar HKBP Menteng penting sebagai ruang dialog yang mempertemukan pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, jemaat, dan generasi muda. Pertemuan lintas unsur tersebut dinilai dapat memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah kehidupan masyarakat Jakarta yang beragam.

Menurut Pramono, Jakarta sebagai kota dengan tingkat keberagaman yang tinggi membutuhkan ruang interaksi yang mampu memperkuat sikap saling memahami dan menghargai. Dialog dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan sekaligus membangun kehidupan sosial yang inklusif.

Gubernur DKI itu juga menyoroti pentingnya ketahanan keluarga di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat. Keluarga, kata dia, merupakan ruang pertama dalam pembentukan karakter sekaligus tempat tumbuhnya nilai kepedulian, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama.

Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi modal penting bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial. Karena itu, penguatan keluarga tidak hanya berkaitan dengan kehidupan internal setiap rumah tangga, tetapi juga memiliki dampak terhadap kualitas kehidupan masyarakat dan ketahanan bangsa secara lebih luas.

Pramono turut mendorong penguatan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial. Ia menilai pembangunan dan kemajuan Jakarta perlu berjalan seiring dengan terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun, saling menjaga, dan membuka ruang partisipasi bagi seluruh kelompok.

Dalam kesempatan tersebut, Pendeta HKBP Resort Menteng, Pdt. Sahat Manullang, M.Th., menyampaikan komitmen jemaat HKBP Menteng untuk ikut mendukung pembangunan Jakarta. Menurut Sahat, warga gereja juga merupakan bagian integral dari masyarakat dan bangsa yang memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap kehidupan bersama.

Sahat mengapresiasi kehadiran Pramono dalam seminar tersebut serta pemaparan mengenai arah pembangunan dan visi Jakarta ke depan. Ia menegaskan jemaat HKBP Menteng siap mendukung berbagai program pemerintah yang dinilai membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Seminar Kebangsaan HKBP Menteng 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada peran pemerintah. Keluarga, komunitas keagamaan, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga generasi muda memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga persatuan dan memperkuat ketahanan sosial.

Melalui penguatan keluarga dan komunitas, Pramono berharap nilai kepedulian, toleransi, dan kolaborasi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Jakarta. Dengan kehidupan sosial yang harmonis dan inklusif, Jakarta diharapkan tidak hanya berkembang sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan, tetapi juga menjadi kota yang kuat karena warganya mampu menjaga kebersamaan dalam keberagaman. (usm/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |